Kidung ini sangat terkenal di Jawa dengan berbagai versi lirik dan diucapkan dengan berbagai logat. Pada masa lampau kidung ini disenandungkan di sentra-sentra ibadah serta edukasi masyarakat.
Kami diajari versi ini oleh seorang ibu yang sudah sepuh bernama Hj. Hardani Syah (89 tahun), warga Minggiran, Suryodiningratan, Mantrijeron, Yogyakarta. Menurut beliau, pada zaman dahulu kidung ini khusus dinyanyikan saat mengayun-ayun atau menina-bobokan anak kecil. Proses belajar kami kepada beliau diperantarai oleh Ibu Hj. Fajariyah (72 tahun) warga Losari, Sukoharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta.
Video klip ini diproduksi agar generasi sekarang memahami pesan masa lampau dan menjadi alternatif menebar kebaikan dengan cara yang santun dan menyentuh jiwa.
Berikut ini merupakan lirik kidung Iyun-Iyun Badan dalam bahasa Jawa dilengkapi dengan terjemahannya ke dalam bahasa Indonesia:
Lirik Kidung:
Iyun-iyun, iyun badan
Angiyun susahing ati
Ana donya ngusung dosa
Neng akherat kecemplung neraka
Babatana, paculana
‘Ja kok babat pacul kelawan kudhi
Babaten dzikir lan puji:
“Gusti Allah, kula nyuwun pangapura”
“Sakathahing dosa kula”
“Dosa ageng kelawan dosa alit”
Babaten dzikir lan puji:
“Gusti Allah, kula nyuwun pangapura”
Iyun-iyun, iyun badan
Angiyun susahing ati
Ana donya ngusung dosa
Neng akherat kecemplung neraka
Terjemahan Kidung:
Ayun-ayun, ayun badan
Mengayun susah di hati
(Jika) Di dunia mengusung dosa
Di akhirat tercebur ke neraka
Babatlah, cangkullah (susahmu)
Jangan kau babat dengan cangkul dan kudhi (alat tradisional)
Babatlah dengan dzikir dan puji:
“Tuhan Allah, saya memohon ampunan”
“Atas banyaknya dosa saya”
“Dosa besar serta dosa kecil”
Babatlah dengan dzikir dan puji:
“Tuhan Allah, saya memohon ampunan
Ayun-ayun, ayun badan
Mengayun rasa susah di hati
(Jika) Di dunia mengusung dosa
Di akhirat tercebur ke neraka














Discussion about this post